Ruang Dan Interaksi antarRuang

Setiap tempat yang berada di permukaan bumi memiliki berbagai macam karakteristik. Dimulai dari daerah persawahan, perumahan, bukit, gunung, kawasan perkantoran, dan masih banyak lagi. Coba simak video berikut.



Video diatas merupakan salah satu tempat yang berada di bumi yaitu kecamatan Puspo yang tepatnya berada di Kabupaten Pasuruan, provinsi Jawa Timur, Indonesia. Dari proses penelusuran yang dilakukan, terlihat disana banyak orang yang melintas di depan kecamatan Puspo. Seperti yang telah kita ketahui, kecamatan merupakan tempat pelayanan masyarakat dalam hal perizinan, pemberdayaan, kemitraan, dll. Tidak semua aktivitas manusia dilakukan di tempat ini karena tidak ada satu ruang di muka bumi ini yang mampu menyediakan segala kebutuhan penduduknya. Karena itu, terjadilah saling tukar komoditas antar tempat satu dengan tempat lainnya sehingga beraneka macam kebutuhan setiap manusia bisa terpenuhi. 

Setiap makhluk yang hidup di bumi ini memerlukan ruang untuk melangsungkan kehidupannya. Tanpa adanya ruang, maka manusia dan semua makhluk hidup lainnya tidak memiliki tempat untuk hidup. Ruang adalah tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal. Ruang tidak hanya sebatas udara yang bersentuhan dengan permukaan bumi, tetapi juga lapisan atmosfer terbawah yang memengaruhi permukaan bumi. Ruang juga mencakup perairan yang ada di permukaan bumi (laut, sungai, dan danau) dan di bawah permukaan bumi (air tanah) sampai kedalaman tertentu. Ruang juga mencakup lapisan tanah dan batuan sampai pada lapisan tertentu yang menjadi sumber daya bagi kehidupan. Berbagai organisme atau makhluk hidup juga merupakan bagian dari ruang. Dengan demikian, batas ruang dapat diartikan sebagai tempat dan unsur-unsur lainnya yang mempengaruhi kehidupan di permukaan bumi.

Berbagai ruang di permukaan bumi memiliki karakteristik yang khas. Karakteristik yang khas tersebut dapat berupa tanah, batuan, tumbuhan, dan lain-lain yang berbeda dengan tempat lainnya. Mungkin saja ada satu atau beberapa komponen dari suatu ruang yang juga ditemukan di tempat lainnya,
tetapi akan ada komponen lainnya yang berbeda. Misalnya, jenis batuan di suatu tempat ditemukan di tempat lainnya tetapi jenis tumbuhannya berbeda.

Perbedaan karakteristik ruang tersebut menyebabkan adanya interaksi antarsatu ruang dengan lainnya, karena setiap ruang membutuhkan ruang lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Contohnya, wilayah pegunungan umumnya merupakan penghasil sayuran, sedangkan daerah pesisir menghasilkan ikan laut. Penduduk daerah pantai membutuhkan sayuran dari daerah pegunungan dan sebaliknya penduduk dari daerah pegunungan membutuhkan ikan dari penduduk daerah pantai. Kedua wilayah kemudian saling berinteraksi melalui aktivitas perdagangan.

Interaksi antarruang dapat berupa pergerakan orang, barang, informasi dari daerah asal menuju daerah tujuan. Menurut Bintarto (1987) interaksi merupakan suatu proses yang sifatnya timbal balik dan mempunyai pengaruh terhadap tingkah laku, baik melalui kontak langsung atau tidak langsung. Interaksi melalui kontak langsung terjadi ketika seseorang datang ke tempat tujuan. Interaksi tidak langsung terjadi melalui berbagai cara misalnya dengan membaca berita, melihat tayangan di televisi dan lain-lain.

Interaksi dapat terjadi dalam bentuk perjalanan menuju tempat kerja, migrasi, perjalanan wisata, pemanfaatan fasilitas umum, pengiriman informasi atau modal, perdagangan internasional, dan lain-lain. Interaksi dalam bentuk pergerakan manusia disebut mobilitas penduduk, interaksi melalui perpindahan gagasan dan informasi disebut komunikasi, sedangkan interaksi melalui perpindahan barang atau energi disebut transportasi. Interaksi tersebut terjadi jika ongkos untuk melakukan interaksi antar daerah asal dan tujuan lebih rendah dari keuntungan yang diperoleh. Contohnya, seorang yang pergi tempat kerja karena penghasilannya mampu menutupi ongkos yang dikeluarkannya.

Berikut merupakan macam-macam interaksi antarruang yang terjadi di masyarakat:
  1. Saling Melengkapi (complementarity) kondisi dimana tempat yang satu saling bertukar komoditas dengan tempat yang lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Sebagai contoh, daerah Puspo merupakan daerah penghasil sayuran sedangkan daerah Lekok merupakan daerah penghasil ikan dan komoditas laut lainnya. Puspo membutuhkan ikan sedangkan Lekok membutuhkan sayuran. Oleh karena itu, terjadilah interaksi antarruang. Mereka melakukan perdagangan sehingga kebutuhan masing-masing bisa terpenuhi. 
  2. Kesempatan Antara (intervening opportunity) kondisi dimana ada kesempatan/pilihan lebih baik dalam melakukan interaksi antarruang. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh jarak. Sebagai contoh, daerah Puspo dan Lekok berjarak 43 km. Daerah Pasrepan juga penghasil sayuran. Daerah Pasrepan dan Lekok berjarak 35 km. Dengan mempertimbangkan biaya transportasi yang dilakukan, para pembeli sayuran beralih ke daerah Pasrepan yang jaraknya lebih dekat. Hal ini menjadikan interaksi antara daerah Lekok dan Puspo melemah.
  3. Kemudahan Transfer (transfer abilityPengangkutan barang atau juga orang memerlukan biaya. Biaya untuk terjadinya interaksi tersebut harus lebih rendah dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Jika biaya tersebut terlalu tinggi dibandingkan dengan keuntungannya, maka interaksi antar ruang tidak akan terjadi. Kemudahan transfer dan biaya yang diperlukan juga sangat tergantung pada ketersediaan infrastruktur (sarana dan prasarana) yang menghubungkan daerah asal dan tujuan. Jalan yang rusak dan sulit untuk dicapai akan mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi karena biaya untuk mencapainya juga akan lebih mahal. Sebagai contoh, seseorang akan menjual sayuran dari wilayah A ke wilayah B, namun jalan menuju wilayah B mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa dilalui. Akibatnya, orang tersebut tidak jadi menjual sayuran ke wilayah B. 

Comments